MENU

Sorotan terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi

A Editor : Administrator 16 Jun 2026 | 11:39 WIB
Sorotan terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi
Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi. (Foto: Singkap)

Simalungun, SINGKAP.ID – Sejumlah temuan di lapangan terkait operasional dan pemeliharaan tanaman di Unit Kebun Bukit Lima PTPN IV Regional II kembali menjadi perhatian publik. Berbagai kondisi yang ditemukan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan, pelaksanaan program pemeliharaan, hingga tata kelola produksi di salah satu unit perkebunan milik negara tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa areal kebun, masih ditemukan Tandan Buah Segar (TBS) restan yang belum terangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas buah akibat keterlambatan pengolahan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi rendemen minyak sawit dan produktivitas perusahaan.

Selain persoalan buah restan, perhatian juga tertuju pada kondisi sejumlah Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), khususnya di Afdeling II dan III. Di lokasi tersebut ditemukan berondolan yang tidak dikutip dan dibiarkan menumpuk hingga sebagian mengalami pembusukan. Padahal, berondolan merupakan bagian dari hasil panen yang memiliki nilai ekonomis dan berkontribusi langsung terhadap pendapatan perusahaan.

Sorotan lainnya muncul pada pelaksanaan pekerjaan tunasan tanaman kelapa sawit. Dari hasil pengamatan di lapangan, pekerjaan tunasan diduga lebih banyak difokuskan pada tanaman yang berada di sepanjang jalan utama, sementara pada areal bagian dalam masih ditemukan banyak pohon yang belum ditunas sesuai standar pemeliharaan yang berlaku. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan dan kualitas pelaksanaan program perawatan tanaman.

Pemeliharaan areal kebun juga menjadi perhatian serius setelah ditemukan sejumlah blok di Afdeling II dan III yang masih dipenuhi anak kayuan dan gulma hingga menyerupai semak belukar. Temuan ini memunculkan dugaan belum optimalnya pelaksanaan pekerjaan pengendalian gulma melalui pendongkelan maupun penyemprotan (cemisan), meskipun kegiatan tersebut diketahui merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin yang telah dianggarkan perusahaan.

Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi. (Foto: Singkap)
Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi. (Foto: Singkap)

Di sektor produksi, ditemukan pula indikasi adanya tandan buah yang belum memenuhi kriteria matang panen namun telah dipanen. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan praktik tersebut diduga dilakukan untuk mengejar target produksi. Apabila benar terjadi, kondisi itu berpotensi bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) panen yang diterapkan perusahaan dan dapat berdampak terhadap kualitas hasil produksi.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Medan Pematangsiantar Simalungun